Kembali ke Beranda

Detail Aduan Masyarakat

Nomor Tiket: LBLB-68oWPvQzcqDCbR4

Foto Aduan

Tidak ada foto kejadian

Bukti Tindaklanjut

Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan

Belum ada bukti tindaklanjut

Informasi Lengkap

Detail data laporan dan proses tindaklanjut

Selesai
Tanggal Aduan
03 September 2026, 17:09:38 WIB
Judul Aduan
Crowded Bubar Sekolah MAN 2 Wonosobo
Isi Aduan
Perkenalkan, saya Akbar, domisili Klesman. Saya merupakan siswa jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di salah satu sekolah di Wonosobo. Saya ingin menyampaikan laporan sekaligus sedikit usulan terkait kondisi lalu lintas di sekitar Pertigaan SPBU Krasak, karena menurut pengamatan saya kemacetan di lokasi tersebut sudah cukup sering terjadi, terutama setiap hari sekitar pukul 14.00 sampai 16.00 WIB. Kemacetan biasanya terjadi ketika jam pulang sekolah MAN 2 Wonosobo. Pada waktu tersebut, kendaraan siswa keluar hampir bersamaan sehingga kendaraan langsung memenuhi jalan. Akibatnya, antrean menjadi panjang dan perjalanan bisa tertunda cukup lama, bahkan kemacetannya terasa sampai arah Jawar, Garung, dan Basecamp Andongsili. Menurut saya, ada beberapa hal yang membuat kondisi ini semakin parah. Pertama, kendaraan siswa keluar dalam waktu yang hampir bersamaan. Jadi bukan hanya jumlah kendaraannya yang banyak, tetapi semuanya keluar pada waktu yang sama. Akibatnya jalan langsung penuh dan sulit mengalir. Kedua, ada angkot jurusan Garung–Wonosobo yang sering berhenti/ngetem cukup lama di sekitar lokasi. Yang menjadi masalah, angkot tersebut berhenti di bahu atau bagian pinggir jalan sehingga memakan ruang jalan. Kondisi ini terjadi di dua sisi, baik yang mengarah ke Wonosobo maupun ke arah Dieng. Karena jalannya juga tidak terlalu lebar, keberadaan kendaraan yang berhenti cukup lama tentu semakin membuat arus lalu lintas tersendat. Dari kondisi tersebut, saya ingin menyampaikan beberapa usulan yang mungkin bisa dipertimbangkan. 1. Pengaturan lalu lintas saat jam pulang sekolah MAN 2 Wonosobo mungkin bisa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan atau pihak Kepolisian untuk membantu mengatur lalu lintas pada jam pulang sekolah. Tetapi menurut saya, kalau harus ada petugas setiap hari hanya untuk mengatur jam pulang sekolah, mungkin itu bukan solusi yang paling baik dalam jangka panjang. Lebih baik dicari cara supaya sumber masalahnya bisa dikurangi. 2. Mengatur jam kepulangan siswa Menurut saya, ini salah satu solusi yang paling mungkin dilakukan dari pihak sekolah. Misalnya siswa tidak langsung pulang secara bersamaan. Bisa dibuat beberapa kelompok atau gelombang. Contohnya, 100 siswa pertama keluar terlebih dahulu, kemudian diberi jeda sekitar 15 menit sebelum kelompok berikutnya keluar. Jadi kendaraan tidak langsung "tumpah" ke jalan dalam waktu yang sama. Memang mungkin perlu pengaturan dari pihak sekolah, tetapi menurut saya cara ini cukup sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar. 3. Menertibkan sekaligus mencari tempat ngetem angkot yang lebih aman Untuk angkot jurusan Garung–Wonosobo, menurut saya bukan hanya perlu ditertibkan, tetapi juga perlu diberikan tempat untuk menunggu penumpang yang jelas. Kalau memang memungkinkan, mungkin bisa dikaji penggunaan lahan di sekitar SPBU atau jalan masuk MAN 2 Wonosobo sebagai tempat menunggu angkot, tentunya setelah dicek dan disetujui oleh pihak yang memiliki atau mengelola lahan tersebut. Saya sempat mencoba membuat gambaran sederhana mengenai alternatif lokasi tersebut sebagai bahan usulan. Mungkin masih banyak kekurangannya, tetapi mudah-mudahan bisa menjadi bahan untuk melihat kemungkinan penataan angkot supaya tidak lagi berhenti lama di jalan utama. 4. Mencari alternatif jalur kendaraan siswa Mungkin juga bisa dilakukan pengecekan apakah ada jalur alternatif yang bisa digunakan oleh sebagian kendaraan siswa ketika pulang sekolah. Misalnya kendaraan tertentu diarahkan melalui arah Andongsili atau jalan alternatif lainnya sehingga tidak semuanya langsung menuju Pertigaan SPBU Krasak. Tetapi untuk usulan ini tentunya perlu dicek terlebih dahulu oleh Dinas Perhubungan karena jangan sampai kemacetan hanya berpindah ke tempat lain atau malah mengganggu warga di jalan alternatif tersebut. Saya menyampaikan laporan ini bukan bermaksud menyalahkan pihak sekolah, sopir angkot, ataupun pihak tertentu. Saya hanya melihat kondisi tersebut cukup sering terjadi dan mungkin sebenarnya masih bisa dicari solusi yang lebih baik. Saya juga masih seorang siswa, jadi tentu pemahaman saya mengenai rekayasa lalu lintas masih terbatas. Usulan ini lebih kepada apa yang saya lihat dan rasakan ketika berada di jalan. Harapan saya, mungkin pihak terkait bisa melakukan pengecekan langsung pada jam 14.00–16.00 WIB supaya kondisi sebenarnya bisa terlihat di lapangan dan kemudian dapat dicari solusi yang paling memungkinkan. Terima kasih atas perhatian dan waktunya, Pak/Bu. Semoga laporan ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk membuat lalu lintas di sekitar Krasak menjadi lebih lancar dan aman. ini saya buat pake chat GPT pak biar bahasanya baik dan benar terimakasih pak semoga bisa segera kesampean ya pak...
OPD Terkait

OPD Tujuan Utama:

Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan
Lokasi Kejadian
Simpang 3 SPBU Krasak
Peta Lokasi Kejadian

Tindak Lanjut

Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan
Sudah TL

Terima Kasih atas informasi yang sudah diberikan kepada kami. Kami memahami bahwa kondisi lalu lintas yang crowded pada saat jam pulang sekolah yang menyebabkan kemacetan membuat tidak nyaman bagi pengguna kendaraan bermotor. Kami juga mengapresiasi dan berterima kasih atas saran yang diberikan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut dapat kami sampaikan akan dilakukan assessment kondisi lalu lintas di lokasi tersebut dan saran tersebut akan menjadi bahan pertimbangan kami untuk kedepannya

Keterangan TL
Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan

Belum ada keterangan.

Waktu Proses
Selesai pada: 04 September 2026, 10:40:44 WIB
17 Jam 31 Menit
Penilaian & Ulasan Pelapor
Laporan telah selesai ditindaklanjuti. Penilaian & ulasan feedback diisi khusus oleh Pelapor melalui Tautan Pantauan Laporan.